Ada banyak hal di dunia ini yang penuh
dengan misteri. Barangkali, seperti itulah “Cinta” dan “Patah Hati”. Hal-hal yang terkadang
tidak bisa di tebak, seperti; pertemuan yang begitu menyenangkan, namun
berakhir dengan menyakitkan. Antara kau dan aku tidak akan bisa menerka-nerka tentang
bagaimana kehidupan kita pada esok hari.
Perasaan manusia yang bisa berubah-ubah.
Seperti halnya aku yang kemarin bersikeras untuk tidak memikirkanmu, sebab
pengabaian dan ketidakpercayaanmu terhadapku membuat hatiku seolah-olah hancur
berantakan. Namun, untuk malam ini aku
tak membentengi diriku untuk tidak memikirkanmu, sebab rindu ku lebih kuat dari
usahaku untuk tidak memikirkanmu.
Ketika menyayangi seseorang, kita kadang
lupa bagaimana cara untuk tidak melebih-lebihkannya. Sebab, hal yang dilakukan
dengan berlebihan akan menimbulkan dampak yang berlebihan juga. Sayangi mereka
dengan sekedarnya saja, namun “sekedarnya” bukan berarti tak menyayangi! Kita
tetap harus tau batasan-batasan kita, karna didunia ini tak ada yang abadi.
Kenapa tuhan hanya menciptakan sekeping
hati saja untuk kita? Apakah sekeping hati berarti setengah hatiku terdapat di
ragaku dan setengahnya lagi berada di ragamu? Apakah sekeping berarti hanya
akan ada satu? Atau sekeping berarti dua jiwa yang melebur menjadi satu ?
Apakah sekeping berarti hanya ada satu nama di setiap satu hati?
Ada banyak hal yang terkadang kamu lupa
apa dampaknya. Seperti halnya; kamu bertanya dan jawabanku yang tidak lagi kamu
dengar, kedekatanmu dengan teman-teman cewekmu, kedatangan dan kepergianmu yang
tak bisa ku tebak. Apakah kamu sadar, bahwa mencintai juga harus saling percaya.
Namun, jika kepercayaanmu hanya ada pada omong kosong mereka, lalu aku bisa
apa? Membuatmu percaya dengan apa yang aku lakukan? Aku tau tak semudah itu menjelaskan dan membuatmu
mempercayaiku.
Satu tahun sudah aku menyayangimu,
menerka-nerka perasaanmu, merindukanmu dalam diam, dan diam-diam menyebut
namamu dalam setiap doa yang kurapal. Ketidak sengajaan mengenalmu adalah hal
yang menyenangkan bagiku, namun perasaan dan sikapmu yang selalu berubah-ubah
yang terkadang membuatku lelah untuk mempertahankanmu.
Terkadang, aku merasa kamu sangat
mengertiku. Namun, terkadang aku juga merasakan sebaliknya; ya, merasa bahwa kau tak lagi dapat
mengertiku. Entah yang kulihat memang kenyataan atau malah hanya tipuanmu untuk
membuatku merasa cemburu dan kesal.
Aku capek, aku hanya memiliki sekeping hati yang sudah memilihmu
untuk menjadi seseorang yang menetap di hatiku. Namun aku salah! Seharusnya,
aku tak terlalu mencintaimu dengan sangat. Karna cepat atau lambatnya waktu aku harus tetap siap unutk kehilanganmu
sampai pada waktunya harus melupakanmu juga. Mengertilah, bukan aku yang
meninggalkanmu! Namun sikpamu yang membuatku mundur perlahan.
Kamu harus tau, hatiku yang telah
memilihmu dan hatiku juga yang akan memutuskanku untuk menjauh dan melupakanmu.
Membuka perasaan dan akhirnya akan ada sekeping hati baru yang akan datang
untuk membuatku bahagia lalu sekeping hati itu juga yang membuatku untuk melupakanmu.
Disaat itu terjadi, ingatlah. Apa yang kamu
lakukan sehingga aku pergi dan memutuskan untuk melupakanmu? Ingatlah hal apa
saja yang telah membuat kita dapat bersama, sampai akhirnya waktu membuatku
terpaksa untuk menerima bahwa kita harus memutuskan hubungan? Ingatlah apa saja
yang dapat membuatku kuat menunggumu dengan jangkau waktu yang begitu lama? Sampai akhirnya sikapmulah yang membuatku
terpaksa Memadamkan perasaanku terhadapmu???
untukmu; orang yang dapat membuat luka dan bahagia.
Dari; seseorang yang malu mengakui bahwa aku
pernah bengitu menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar